Tak hanya harga sewa villa dan hotel yang naik di malam tahun baru. Kenaikan harga sewa villa dan hotel ternyata tersebut juga diikuti naiknya tarif para perempuan panggilan.

Tidak tanggung-tanggung, berdasarkan penelusuran, kenaikan tarif tersebut mencapai 100 persen akibat banyaknya permintaan. Dari informasi yang dihimpun, perempuan panggilan yang biasanya memasang tarif Rp 150 ribu per short time (maximal 2 jam), pada malam tahun baru ini berubah menjadi Rp 300 ribu.

Menurut salah satu penghubung para wanita itu di kawasan Songgoriti, Alex (bukan nama sebenarnya), sejak pukul 19.00 WIB, Kamis (31/12), tarif mereka sudah mulai berangsur-angsur naik. Dan puncaknya pada pukul 23.00 yang sudah mencapai harga Rp 300 ribu.

Mereka menaikan tarif karena persediaan perempuan panggilan itu cukup terbatas. "Ini kan tahun baru, jadi banyak orang yang keluar rumah dan mencari hiburan. Sementara jumlah call girl tetap," ujar Alex tanpa menyebut berapa jumlah yang ada di Kota Batu.

Ketika menjumpai salah satu perempuan itu, sebut saja Intan (20), dirinya mengaku menaikan tarifnya karena terlalu capek. "Harga saya naikkan sebenarnya untuk menolak karena hari ini saya sudah bekerja untuk tiga orang. Tapi para tamu mau dengan harga itu, ya saya jalankan mas," tuturnya tanpa malu-malu.

Tanpa malu, Intan menyebutkan tarifnya pada hari biasa sebesar Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu. "Harga ini masih dikurangi oleh makelar yang menghubungkan saya. Biasanya mereka mendapatkan antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain itu, masih dipotong lagi oleh ojek. Jadi pendapatan saya hanya Rp 100 ribu saja," terangnya.

Menurut Intan, meski tarif saat ini naik, dia tidak mau terlalu memforsir dirinya untuk bekerja. "Setelah ini saya pulang mas, sudah capek. Kalau terus saya paksakan, bisa jadi saya harus libur tiga hari untuk mengembalikan stamina," akunya. [beritajatim.com/mut]


info regional lainnya klik disini