Politik
21/11/2008 - 13:54
5 Napi Antre Didor, Bali Nine Belum
Vina Nurul Iklima
Abdul Hakim Ritonga
(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Setelah eksekusi mati terhadap trio Bali bomber Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra, ada 5 narapidana yang mengantre. Salah satunya warga asing. Namun bukan dari Bali Nine. Gunawan Santoso yang menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh mertuanya juga belum masuk antrean.

"Ada 4 atau 5 orang. Ada narkoba 1, pidana umum 4," kata Jampidum Abdul Hakim Ritonga saat ditanya ada berapa orang yang sudah final untuk dieksekusi. Hal ini disampaikan dia di Gedung Kejagung, Jakarta, Jumat (21/11).

Namun dia mengelak menyebutkan siapa-siapa saja kelima orang tersebut. Dia hanya memastikan kelimanya sudah pasti akan dieksekusi.

"Kelimanya di luar Gunawan Santoso. Dia kan PK. Ada orang asing satu," ujar Ritonga. Dipancing apakah ada warga Australia dari Bali Nine, dia menjawab, "Belum dapat aku. Itu utangku." seraya menyatakan belum ada upaya hukum dari terpidana mati kasus penyelundupan narkoba tersebut.

Dikorek lagi apakah 2 pengebom Kedubes Australia di Jakarta akan dipidana mati juga, Ritonga mengaku tidak hapal. "Wah nggak hapal aku, nanti salah," elaknya.

Menurut Ritonga, pelaksanaan eksekusi mati terhadap kelima orang tersebut tinggal menunggu pengecekan di daerah-daerah saja. Namun dia mengelak menyebutkan nama daerah-daerah tersebut dengan mengaku tidak hapal.

"Nggak hapal. Aku ini otaknya sedikit. Nggak hapal semua," kilah Ritonga.

Kelimanya dieksekusi Desember sebelum akhir tahun 2008? "Jangan ditentukan begitulah. Ceritanya bukan begitu. Diinventarisir dulu. Data kan ada di sini. Nah, data itu nanti kita kirimkan ke daerah, untuk dia mengusulkan kepada kita, yang diusulkan barulah langkah-langkah yang positif," papar Ritonga seraya menyatakan eksekusi akan dilakukan di Nusakambangan.[sss]

KOMENTAR BERITA