

(inilah.com/Abdul Rauf)
INILAH.COM, Jakarta - Tindakan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad yang tidak berada di Gorontalo pada saat diguncang gempa sangat disayangkan. Sebagai orang nomor 1, Fadel seharusnya segera meninggalkan segala jadwal kegiatannya di luar daerah untuk berada di samping rakyatnya.
"Jika mendengar kabar itu, ia (fadel) seharusnya segera kembali ke daerahnya, tetapi bisa saja ia belum mendapat informasi jadi belum datang," kata Direktur Leads Institute, Bima Arya Sugiarto, kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (21/11) pagi.
Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika ini, pejabat pemerintah seharusnya segera menuntaskan tugasnya untuk tugas yang lebih penting. "Pejabat publik harus meninggalkan acara-acara yang tidak penting," tambah Bima. Ia juga menganjurkan agar para pejabat ada baiknya menghabiskan waktu bersama rakyat apalagi yang sedang ditimpa musibah.
Gorontalo diguncang gempa dengan skala 7,7 skala Ritcher Senin 17 November pukul 01.00 WITA. Pada siang harinya sekitar pukul 14.00 WIB, Wakil Presiden M Jusuf Kalla mengecek keadaan di lapangan dengan menghubungi Fadel via telepon. Namun, Fadel tak kunjung menjawab panggilan telepon hingga malam hari.
Akhirnya Wapres harus menelepon Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, untuk mendapatkan informasi tentang keadaan langsung di lokasi gempa. Berdasarkan informasi yang diterima ajudannya, Fadel tidak berada di TKP dan sedang mengikuti bedah buku di Malang, Jawa Timur.[nng]
- Ba'asyir: Perang Harus Dibalas Perang
- Merry Lahirkan Paul Dibantu 2 Pawang
- Waspadai Politisasi Agama!
- 'SBY Curi Start di Ragunan'
- Aauumm! JK Lihat Macan, SBY Harimau
- Jam Sekolah Awal Tak Kurangi Macet
- Ngantuk & Telat Saat Jam Sekolah Awal
- 5 Demo Warnai Jakarta Hari Ini
- SBY Namai 4 Anak Harimau di Ragunan
- SBY Plesir ke Ragunan
- Wiranto Manfaatkan Falsafah Kartini
- Happy Saat Krisis? Ini 7 Jurusnya
- Jalan-jalan Melulu, Muhaimin Diprotes
- 2 Pengunjung Ragunan Pingsan Terjepit
- Tim Kecil BSMI untuk Palestina