Politik
21/11/2008 - 03:43
Seruan Golput Gus Dur Langgar Fardhu Kifayah
Muhaimin Iskandar
(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Tanfidziyah (DPP) PKB, Muhaimin Iskandar menilai, seruan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang mengajak masyarakat untuk tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum 2009 mendatang, telah melanggar Fardu Kifayah.

"Sesuai dengan pernyataan atau fatwa para ulama Nahdlatul Ulama, tidak menggunakan hak memilih berarti menggagalkan pahala 'fardu kifayah'," kata Muhaimin Iskandar yang juga Wakil Ketua DPR RI itu di Jakarta, Kamis (20/11).

Fardu Kifayah dalam ajaran Islam merupakan perintah wajib yang ditujukan kepada kaum muslim secara umum. Jika sebagian kaum muslim melaksanakannya maka gugurlah kewajiban muslim yang lain.

Menurut Muhaimin, di dalam hidup berbangsa ini sudah ada aturan yang harus dilaksanakan dan yang tidak boleh dilaksanakan.

"Walau tidak memilih itu memang hak pribadi, tapi menurut fatwa ulama, menggunakan hak memilih itu sudah seharusnya dilaksanakan," kata politisi muda yang kembali maju menjadi caleg DPR RI pada Pemilu 2009 mendatang.

Karena, lanjut Muhaimin, tujuan pemilu itu untuk mencari pemimpin bangsa yang dinilai masing-masing individu dapat membawa kesejahteraan bagi bangsa Indonesia yang lebih baik.

Meski begitu, mantan Ketua Umum PB PMII yang akrab disapa Cak Imin itu masih berharap, bahwa pernyataan yang dilontarkan Gus Dur itu hanya sesuatu yang reaktif.

Pada saatnya, katanya, Gus Dur akan menyadari sendiri bahwa seruan Golput itu tidak lagi perlu diserukan.

"Kalaupun Gus Dur masih suka melontarkan seruan Golput, saya rasa tidak terlalu berpengaruh. Karena masyarakat sekarang kondisinya sudah berbeda. Lebih cerdas dalam menentukan sikap," kata Muhaimin seraya mengutip contoh kasus Pilkada Gubernur Jawa Timur.

Pada putaran awal Pilkada Gubernur Jawa Timur, kata Muhaimin, Gus Dur menyerukan masyarakat untuk memilih pasangan Achmadi dan Suhartono.

Bahkan Gus Dur sampai ikut turun kampanye. "Tapi ternyata itu tidak membuat pasangan yang didukung Gus Dur itu berhasil meraup suara terbanyak. Hanya enam persen dan harus gugur di putaran pertama," katanya.

Karenanya, Muhaimin yakin, seruan Gus Dur untuk Golput itupun tidak akan membawa dampak signifikan.

"Ya, kita berharap masyarakat juga tidak terlalu terprovokasi dengan ajakan Golput dari siapapun. Sehingga pemilu 2009 dapat berjalan dengan baik," ujarnya.[nng]

KOMENTAR BERITA