

INILAH.COM, Jakarta - Meski pendatang baru di blantika rekaman Indonesia, nama PT Nagaswara boleh dibilang cepat melesat. Beberapa artis dan band di bawah bendera perusahaan itu kini menjadi artis dan penyanyi papan atas.
Tidak sekadar terkenal. Prestasi unduhan ring back tone (RBT) yang belakangan menjadi tolok ukur kesuksesan di industri musik Indonesia, cukup tinggi.
Kerispatih, T2, yang bernaung di bawah bendera perusahaan milik Rahayu Kertawiguna itu, misalnya, beberapa lagunya diunduh lebih sejuta orang. Sementara band pendatang baru, Wali, untuk lagu Dik, diunduh sampai hampir mendekati tiga juta orang.
Namun, prestasi itu meski di satu sisi menggembirakan, tapi di sisi lain, membuat prihatin Rahayu yang mendirikan PT Nagaswara pada 1999.
"Memang RBT membuat kita bisa sedikit bernafas. Tetapi, bajakan yang merajalela membuat penjualan album fisik (dalam bentuk kaset atau CD) merosot tajam," ungkapnya.
Padahal, di matanya, bagi seorang artis ataupun band, album fisik merupakan semacam port folio. "Kalau sekolah seperti ijazahlah," ungkapnya.
Nah, di ranah perusahaan rekaman, nama Rahayu Kertawiguna boleh dibilang orang yang punya tekad kuat memberantas pembajakan. Meski, terkadang ia seringkali menemui kenyataan pahit.
"Sudah terlalu banyak orang yang mendapat jatah dari pembajak. Sehingga pembajak seolah-olah sah-sah saja," kata ayah tiga anak itu.
Untuk mengenal lebih jauh sosoknya, INILAH.COM mewawancarainya di sela peluncuran album Wiliam Gomez di Manchester United Cafe, beberapa hari lalu.
Kenapa memilih jadi produser rekaman?
Sejak kecil saya memang suka musik. Dan sejak duduk di bangku SMP saya serius belajar beberapa instrumen musik, seperti flute atau piano. Bahkan, saya pernah dilatih langsung oleh almarhum Pranadjaya.
Maunya sih jadi musisi, tetapi jalan Tuhan menentukan lain. Meski tetap berada di jalur musik saya kini jadi produser. Awalnya sih menjadi ilustrator sampul-sampul album.
Artis-artis Anda banyak yang sukses, meski dari sisi penjualan fisik tidak terlalu banyak, tetapi hasil RBT amat tinggi. Saat memilih artis bagaimana?
Mungkin karena sudah puluhan tahun bermain di dunia musik, jadi felling sudah terasah. Namun, saya sebenarnya mencari band atau lagu-lagu yang sederhana saja, tidak terlalu njlimet. Sehingga gampang diterima kuping.
Namun, meski penjualan RBT cukup tinggi, tetapi saya masih prihatin karena kian maraknya pembajakan. Preman-preman pembajak ini kok ngak bisa diberantas juga. Nah, makanya saya berharap ketika pihak Polri saat ini sedang gencar memberantas preman, preman pembajakan juga harus diberantas.
Ketika KPK giat mengungkap korupsi, KPK juga harus menyentuh pembajakan. Sebab tidak dipungkiri banyak uang mengalir dari para pembajak keaparat birokrat dan kepolisian.
Memang sejauh mana sih kondisi pembajakan musik di Indonesia?
Sudah jadi budaya bahwa beli barang bajakan sah-sah saja. Jujur saja, dalam kondisi ekonomi saat ini yang tidak menentu, pembajakan justru tidak mungkin semakin berkurang. Bahkan, akan semakin merajalela.
Sebenarnya kalau mau serius, kuncinya ada di kepala-kepala kepolisian di daerah dan petinggi kepolisian di Indonesia. Kalau banyak Kapolda berkomitmen memberangus pembajakan, maka sudah pasti pembajak akan jera. Tidak perlu jauh-jauh sampai di daerah. Pembajakan terbanyak di Jakarta.
Ironisnya, Kapolda Metro Jaya tidak punya intruksi sama sekali kepada bawahannya. Padahal, pihak industri musik sudah memberikan informasi dengan detail.
Presiden kan pernah bikin album di bawah bendera Nagaswara. Bagaimana sikap Presiden mengenai pembajakan?
Presiden SBY sebenarnya lebih baik dibandingkan Presiden sebelumnya mengenai kasus pembajakan. Apalagi, SBY pernah rekaman di Nagaswara, sehingga hak ciptanya kita lindungi. SBY bahkan yang kerap turun-tangan memberikan perintah agar polisi menindak tegas pembajakan melalui Sekretaris Militer.
Pernah saya datang menghadap Presiden untuk melaporkan hasil penjulan albumnya. Iseng saya bawa satu keping album bajakan. Presiden meski gembira karena albumnya cukup laris, tetapi dia prihatin melihat produk bajakan.
Dia pun meminta Andi Malarangeng memfasilitasi pertemuan antara Kapolri dan Menhukam. Nah, sampai kini pertemuan itu nggak pernah ada.
Duit pembajak kabarnya lebih gede ya dari perusahaan resmi?
Ya gimana nggak gede? Kan nggak pernah bayar pajak. Dan ironisnya ini didiamkan saja. Tetapi bagaimana tidak mau didiamkan, lha banyak aparat yang justru berdekatan langsung dengan pengusaha yang jelas-jelas diketahui sebagai pembajak. Ini kan jadi aneh. Bahkan, sama-sama main golf.
Ini sudah jelas kolaborasi. Kita sudah pernah laporkan secara tertulis, tapi polisi hanya 'iya-iya saja'.
Ada satu pembajak paling besar di Indoensia, namanya Winarto. Sampai sekarang tidak pernah ditangkap. Malah, dia sering kongkow-kongkow dengan pejabat atau main golf bersama. Ini gimana sih? Hancur deh negeri ini. [L1]
- Fajar Nuswantoro
Produksi Album Berbiaya Minim - Alex J Mariat
Album Sarat Pesan Moral - Nano Riantiarno
Lakon Petruk Jelang Pemilu - Tessa Mariska
Cukup Persiapan Mental - Tiwi T2
Album Baru di Tahun Baru - Alyssa Soebandono
Pendidikan Hal Utama - Jamrud
Mimpi Jadi Presiden - BAS Band
Ketika Bikers Bermusik - Alice Norin
Pengalaman Seru di Mesir - Shanty
Ingin Film Aksi - Nia Dinata
Bangga Jadi Sutradara Perempuan - Ratna Sarumpaet
Tema Alternatif Banyak Kendala - Iwan Xaverius
Jangan Anggap Remeh Bassit - Gilang Ramadhan
Biaya Murah Asah Kepekaan -
Setelah 30 Tahun