

(Ist)
INILAH.COM, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menyeragamkan harga saham di pasar tunai dengan pasar reguler terhitung mulai Senin (24/11) pekan depan.
"Penyeragaman harga tersebut dilakukan karena kurang aktifnya transaksi di pasar tunai sehingga menyebabkan harga terakhir yang terjadi (previous price) sering berbeda jauh dengan harga dengan harga yang terjadi di pasar reguler," kata Direktur BEI, MS Sembiring dalam keterbukaan informasi, Jumat (21/11).
Sembiring mengatakan harga di pasar tunai tidak wajar jika dijadikan sebagai acuan harga di pasar reguler. Pasalnya seringkali terjadi perbedaan harga yang terlalu lebar.
Pasar tunai adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh Anggota Bursa melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0).[*/cms]
- Saham Perbankan Makin Menjanjikan
- Gerak Maju IHSG Belum akan Terusik
- 'Profit Taking', Dow Jones Jatuh 81 Poin
- BNBR Raih Laba Bersih Rp 885,73 M
- Sentimen Positif Serbu IHSG
- Mantap, IHSG Melejit 81 Poin
- BBRI Tambah Saham Baru
- TINS Tambah 3 Kapal Rp 230 M
- Diambilalih, BNBR Belum Klarifikasi
- KLBF Sudah 'Buyback' Rp 30,03 M
- Perubahan 'Auto Rejection' Bertahap
- Pamor Saham BUMI Memudar?
- 4 Bank Akan Suntik Rp 8 T ke Telkom
- Hebat! IHSG Sesi I Melejit 60 Poin
- BEI Belum Pakai 'Auto Rejection' Baru