

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – PT Semen Gresik Tbk (SMGR) terus melebarkan sayap. Mereka berniat membangun pabrik baru. Sejumlah bank siap jadi penyandang dana. Sayangnya, langkah mereka tertatih-tatih di Pati, Jawa Tengah.
Soal duit untuk membangun pabrik baru atau untuk pengembangan, bukan masalah bagi Semen Gresik. Saat ini, misalnya, sebuah sindikasi yang terdiri dari sekitar lima bank, siap memberikan pinjaman sebesar US$ 800 juta kepada Semen Gresik.
Menurut Direktur Utama Semen Gresik, Dwi Sutjipto, dalam pembicaraan dengan beberapa bank, mereka telah menyatakan siap segera dilakukan. Bank yang menyatakan komitmennya itu antara lain bank BUMN serta bank swasta nasional. “Namun, kami juga akan menyeleksi bank-bank asing untuk memperoleh pinjaman tersebut,” katanya.
Pinjaman yang akan dikucurkan ada yang berdenominasi rupiah, dan ada yang berdenominasi dolar AS. Artinya, dana pinjaman itu nantinya akan memiliki fleksibilitas yang tinggi.
Pembahasan pinjaman bersama beberapa bank diproyeksikan bisa selesai pada akhir tahun ini hingga awal tahun depan. Perseroan ingin segera menyelesaikan pembicaraan dalam waktu dekat ini, kendati penarikan dana dilakukan secara bertahap.
Hingga saat ini, perseroan belum memperkirakan alokasi belanja modal perseroan untuk pembangunan pembangkit listrik dan pabrik berada pada kisaran US$ 1 miliar. Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi awal sebesar US$ 1,6 miliar.
Hingga 30 September 2008, dana tunai (fresh money) yang dimiliki perseroan adalah Rp 3,3 triliun. Dana tersebut diyakini akan bertambah sesuai dengan peningkatan kinerja perseroan.
Dengan komposisi pendanaan dari dana sendiri minimal 30%, jumlah tersebut dapat menjamin kebutuhan pendanaan seluruh proyek-proyek yang sedang dilaksanakan oleh perseroan.
Dari sisi kinerja, Semen Gresik berhasil membukukan penjualan pada triwulan III/2008 sebesar Rp 8,8 triliun atau meningkat 24,1% dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu Rp 7,1 triliun. Laba bersih perseroan mencapai Rp 1,8 triliun, naik 41,4% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yaitu Rp 1,3 triliun.
Tetapi, tampaknya tak semua langkah Semen Gresik bisa mulus. Setidaknya, perlawanan datang dari warga Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka menolak rencana pembangunan pabrik Semen Gresik di wilayahnya.
Ironisnya, SMGR terkesan memaksakan keinginannya dengan beragam cara. Warga setempat, kepada Wakil Gubernur Jateng, Rustriningsih, mengadu mereka mendapatkan intimidasi. Intimidasi dilakukan antara lain menggunakan perangkat desa.
Dengarlah suara Surami, salah seorang warga yang masuk kelompok ‘Sedulut Sikep’. Dia mengaku pernah diintimidasi saat mengurus surat di kantor desa. Trimo, seorang petani, bahkan mengaku mendapat perlakuan kasar saat berpapasan di jalan.
Siapa pelaku intimidasi tampaknya tak sulit ditebak. Pasalnya, yang menerima perlakuan tersebut hanyalah warga yang menolak rencana pembangunan pabrik semen itu.
Inilah yang disesalkan Pemda Jateng. “Pembangunan pabrik semen ini tak seharunya menimbulkan konflik di masyarakat. Kami sudah sepakat menunggu Amdal. Jadi, harus konsisten,” katanya menyesalkan. [I4]
- 'Profit Taking' Belum Jatuhkan IHSG
- BEI Suspensi Sarijaya Sekuritas
- Saham Bakrie Layak Dikoleksi
- Lebih Baik Hindari Saham BNBR
- IHSG Dibuka Menguat 5 Poin
- TLKM Raih Komitmen Kredit Rp 8 T
- Tahan Terus Saham ISAT!
- IHSG akan Bergerak di 1.400 - 1.460
- Saham Perbankan Makin Menjanjikan
- Gerak Maju IHSG Belum akan Terusik
- 'Profit Taking', Dow Jones Jatuh 81 Poin
- BNBR Raih Laba Bersih Rp 885,73 M
- Sentimen Positif Serbu IHSG
- Mantap, IHSG Melejit 81 Poin
- BBRI Tambah Saham Baru