Ekonomi
21/11/2008 - 07:28
Tekanan Jual UNTR Masih Kuat
M Dindien Ridhotulloh

(inilah.com/Wirasatria)

INILAH.COM, Jakarta – Di tengah upaya menggenjot ekspansi dengan mengucurkan belanja modal hingga US$ 315 juta, saham PT United Tractors (UNTR) masih diselimuti sentimen negatif pasar saham. Tak pelak sahamnya terus merosot terimbas tekanan aksi jual saham.

Pada perdagangan di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/11) saham UNTR tercatat anjlok Rp 275 menjadi Rp 3.200 per lembar. Tingginya tekanan jual di pasar saham menyebabkan investor lebih memilih menjual UNTR.

Outlook saham UNTR dalam jangka pendek dan menengah memang melemah. Hal ini terimbas sentimen penurunan harga komoditas seiring tren melemahnya harga minyak dunia yang akan menekan kinerja perseroan di masa datang.

Sementara prospek jangka panjang bagi UNTR sebenarnya cukup baik. United Tractors tengah menyiapkan dana ekspansi cukup besar yang dapat meningkatkan kinerja perseroan di masa mendatang.

Corporate Secretary United Tractors Sara K Loebis, di Jakarta, kemarin, mengungkapkan, perseroan berencana pada tahun depan untuk mengucurkan belanja modal sebesar US$ 315 juta guna mengoptimalkan dua lini bisnis utama perseroan, yaitu kontraktor pertambangan dan penjualan alat berat.

Bisnis kontraktor tambang akan mendapat alokasi dana sebesar US$ 300 juta, dan penjualan alat-alat berat sebesar US$ 15 juta. Dana itu akan didapatkan dari pinjaman sindikasi bank yang dipimpin Standard Chartered Bank. Komitmen pinjaman dari bank itu yang belum ditarik sekitar US$ 70 juta.

“Selain akan menggenjot bisnis kontraktor pertambangan dan alat berat, perseroan juga akan memperbesar bisnis di sektor batubara. Untuk keperluan itu, United Tractors tengah menyeleksi tiga perusahaan tambang untuk diakuisisi,” paparnya.

Dalam akuisisi ini United Tractors mensyaratkan perusahaan tambang yang akan dibeli memiliki kandungan batubara dengan kalori minimal 5.800 kalori. Perseroan akan menggunakan dana dari rights issue beberapa waktu lalu untuk keperluan itu.

Hingga akhir September, perseroan mencatat penjualan alat berat merek Komatsu mencapai 3.283 unit. Sara Loebis mengatakan penjualan itu sesuai dengan target yang dipatok perseroan.

Pada September lalu UNTR melakukan right issue dengan melepas 475,268 juta lembar saham di harga Rp 7.500 sehingga UNTR berhasil meraup dana sebesar Rp 3,6 triliun. Kepemilikan saham Astra International Indonesia (ASII) meningkat dari 58,45% menjadi 58,54%. Hal ini karena ada pemegang saham lainnya yang tidak melaksanakan haknya. [E1]

KOMENTAR BERITA