
Menjelang pemilu 2009 ada saja cara seseorang untuk meningkatkan popularitasnya. Baik dengan 'menyerang' pihak lain maupun dengan melakukan manuver-manuver di media massa.
Sangat disayangkan jika pemimpin ormas Islam yang bukan politisi, bermanuver layaknya politisi dari partai. Atau benarkah rumor di masyarakat, kalau ada pimpinan ormas titipan parpol?
Pada kesempatan ini, saya hanya ingin mengomentari tokoh Islam yang kerap bermanuver di media massa. Berusaha mengangkat popularitasnya di tengah masyarakat melalui cara itu. Karena menurut hemat saya, ini tidak mendidik umat Islam yang dipimpinnya.
Tulisan ini juga untuk membangun visi Islam Indonesia di masa datang. Karena selama ini, menjelang pemilu Islam (baca juga; umat Islam) dijadikan barang 'rebutan' partai politik di Indonesia. Setelah itu dianak-tirikan.
Saya tak usah menyebut nama pemimpin ormas Islam yang yang maksud. Saya takut dengan menyebut oknum yang kita bahas ini bisa berefek negatif.
Keinginan kita, bagaimana beliau bisa berintropeksi diri. Tujuan kita mulia, melalui tulisan singkat ini beliau bisa sadar dan tak mengulangi hal-hal yang merugikan dirinya.
Masih banyak persoalan umat Islam yang perlu diadvokasi seperti menghina Rasulullah Muhammad SAW melalui blog di internet. Ini sebenar tugas beliau.
Bukan mengomentari (baca; pro-kontra) iklan politik partai lain yang tak punya ujung-pangkalnya. Apalagi tak ada sisi positif jika perdebatan iklan politik itu diteruskan. Mendingan usut siapa yang membuat komik yang meresahkan itu. Atau malah menemui orang politik di kantornya dan memberikan dukungan. ‘Tidak mendidik banget, gitu loh’.
"Saya tahu betul 'luar dalam' kawan lama saya ini. Dia cukup berkualitas memimpin negeri ini. Tinggal bagaimana nanti beliau dan visi misi partainya diuji di lapangan," katanya saat melakukan pertemuan dengan pimpinan partai di kantornya, Jakarta, Kamis (20/11), seperti dikutip inilah.com.
Selain itu ia juga memuji-muji mantan Komandan Jenderal Kopassus itu. "Selamat ya, semoga...(parpol yang dimaksud) naik terus dan misinya bisa menjadi kenyataan," jelasnya.
Alasan dukungannya, ini karena banyak anggota ormas Islam yang dipimpin masuk partai sang jenderal itu. Apa hubungannya?
Paling yang membuat saya 'malu' sebagai kadernya adalah ia memberi dukungan langsung tanpa malu-malu. "Saya doakan jadi capres dan mudah-mudahan jadi kenyataan," katanya usai pertemuan dengan jenderal tersebut selama satu setengah jam itu, seperti dimuat di detik.com (Kamis, 20/11/2008 12:31 WIB). Apalagi sih nih? Aku jadi bingung?
Pesan saya, Anda terlalu jauh digiring oleh para politisi keluar dari arena, yaitu ormas Islam tanpa politik sebagaimana yang dititahkan oleh pendiri organisasi itu. Anda terlalu jauh meninggalkan gelanggang Anda. Saya takut Anda kehilangan orientasi organisasi.
Ataukah Bapak ingin maju sebagai capres/cawapres 2009? Kalau berminat, silakan. Tentu jabatan Bapak di ormas Islam tadi wajib dilepas dengan hormat. Ini lebih bijaksana serta terhormat daripada malu-malu seperti sekarang. Saya hanya takut Bapak kehilangan arah.
Padahal, dulu Bapak termasuk orang yang memiliki idealisme tinggi. Jangan hanya karena keinginan jadi capres/cawapres sehingga disorientasi organisasi hilang. Ini yang kita takutkan. Anda harus memikirkan langkah jika berinteraksi dengan politisi.
Jangan sampai ormas Islam ditunggangi untuk melancarkan kedzaliman di negeri ini. Apalagi selama ini, politik yang ada di negeri ini terlihat menghalalkan semua cara untuk kepentingan sesaat dan menggadaikan ideologi negara.
HMS Habibi Mahabbah, hms.mahabbah@gmail.com
- Besar Peluang Terjadi Rebound
- Sepeda Jadi Gaya Hidup
- Mega Keliling Indonesia Timur
- Kemana Marcella Zalianty?
- Siapapun Boleh Gunakan Foto Din
- Tim Relawan ke Lokasi Gempa Papua
- Membludak, SMS Peduli Palestina
- Inilah Pemutih Gigi Gratis
- PKS Sebaiknya Bawa Massa ke Gaza
- Penyeru Golput Mengakui PKS?
- BSMI ke Gaza Lewat Jalur Darat
- PKS Galang Dana Melalui Konser
- Lagi, ‘George Bush’ Dibakar Di Batam
- Ketika Isu Palestina Ditunggangi
- PKS Punya Hubungan dengan HAMAS?